Aku pernah bertanya pada seorang lelaki yang merupakan juara permainan damdas, tentang apa rahasia keberhasilannya. Ia berkata,
" Kau tak boleh bermain untuk menang, tapi bermain untuk tidak kalah. Putuskan langkah manakah yang akan membawamu pada kekalahan yang cepat, dan hindari. Pilihlah langkah-langkah yang paling mungkin membawa pada sebuah kekalahan yang lebih perlahan, bahkan jika itu hanya kelebihan satu lemparan dadu saja".
Wednesday, March 12, 2008
ISAL
ketika keindahan langit berganti dengan hitamnya awan, tak ada sedikitpun cahayanya yang lolos menelusup masuk kedalam jiwa kita, hanya seperti watermark yg terlihat dan bayangannya begitu senyap. lalu kesenduan menghampiri walau telah kuhempaskan tetap saja merangkulku untuk lalui duka ini bersama.
Sebuah berita mengejutkan sampai ketelingaku di penghujung february yang becek. Seorang teman mainku, teman mengeluhkan segala keluhan, segala hasrat terpendam dan setitik mimpi mimpi kecilku telah tiada menghadap keharibaan robby izati. Betapa terpukulnya hati, ingin menumpahkan semua air mata yang menggenangi pelupuk mata ini. Begitu banyak kenangan bersamanya dalam kepahitan hidup ini, dalam kemiskinan jiwa muda. Oh berat sekali rasanya....Badan ini seperti enggan untuk dibawa kemanapun, seperti bongkahan batu besar di hempas derasnya air sungai.
sebuah sedan menabrakmu di pagi yg gelap lalu pergi begitu saja seperti menabrak seekor kucing liar, tergelepak, diam terkapar dalam kejang kehidupan lalu tiada. Hanya sampai disitulah hidupmu sobat ? begitu menderitakah dirimu ? atau kau melewatinya tanpa sakit kau rasakan. Ough dirikupun sulit membayangkan rasanya. Kau begitu kuat,.sedang aku sendiri dalam kelemahan yang tiada henti. Hanya tetesan-tetesan airmata yang dapat kuberikan untuk mengiringi kepergianmu sobat.
Tak ada lagi jalan bersama dan menikmati hangatnya bir malam hari,
Tak ada lagi tawamu yang sumringah ketika canda meledak antara kita,
Takkan pernah lagi kau peluk pundakku untuk melangkah bersamamu,.
Semua kenangan kita hanya akan terlintas sejenak dalam kepalaku dan sedikit doa - doa terlempar dari mulutku. Semoga kau di beri kemuliaan di alam lain itu, seperti para nabi-nabimu yang memberi terang kehidupan ini.
Selamat Jalan sahabat ....
Selamat tinggal ... walau kenangan dirimu masih tersisa
Semoga kau bisa tertawa dalam tidur panjangmu, isal ...
Sebuah berita mengejutkan sampai ketelingaku di penghujung february yang becek. Seorang teman mainku, teman mengeluhkan segala keluhan, segala hasrat terpendam dan setitik mimpi mimpi kecilku telah tiada menghadap keharibaan robby izati. Betapa terpukulnya hati, ingin menumpahkan semua air mata yang menggenangi pelupuk mata ini. Begitu banyak kenangan bersamanya dalam kepahitan hidup ini, dalam kemiskinan jiwa muda. Oh berat sekali rasanya....Badan ini seperti enggan untuk dibawa kemanapun, seperti bongkahan batu besar di hempas derasnya air sungai.
sebuah sedan menabrakmu di pagi yg gelap lalu pergi begitu saja seperti menabrak seekor kucing liar, tergelepak, diam terkapar dalam kejang kehidupan lalu tiada. Hanya sampai disitulah hidupmu sobat ? begitu menderitakah dirimu ? atau kau melewatinya tanpa sakit kau rasakan. Ough dirikupun sulit membayangkan rasanya. Kau begitu kuat,.sedang aku sendiri dalam kelemahan yang tiada henti. Hanya tetesan-tetesan airmata yang dapat kuberikan untuk mengiringi kepergianmu sobat.
Tak ada lagi jalan bersama dan menikmati hangatnya bir malam hari,
Tak ada lagi tawamu yang sumringah ketika canda meledak antara kita,
Takkan pernah lagi kau peluk pundakku untuk melangkah bersamamu,.
Semua kenangan kita hanya akan terlintas sejenak dalam kepalaku dan sedikit doa - doa terlempar dari mulutku. Semoga kau di beri kemuliaan di alam lain itu, seperti para nabi-nabimu yang memberi terang kehidupan ini.
Selamat Jalan sahabat ....
Selamat tinggal ... walau kenangan dirimu masih tersisa
Semoga kau bisa tertawa dalam tidur panjangmu, isal ...
Tuesday, March 11, 2008
antara Aku, Beethoven dalam the quiet
yang kuinginkan adalah menjadi tak terlihat
itu keinginan sederhana, tak melibatkan siapapun
saat ada diruangan dengan orang lain aku merasa seperti setengah disana
saat aku ada diruangan dengan 2 orang lain...
aku merasa seperti 1/3 diriku yang ada disana.
saat aku ada diruangan dengan 3 orang lain...
saat aku bersama banyak orang di satu ruangan...
aku merasa seperti tak ada.
saat beethoven berusia 17 tahun ibunya meninggal
tahun 1801, saat beethoven tahu ia mulai kehilangan pendengaran...ia menjadi amat stres.
tapi ia ubah kondisi krisis itu menjadi sebuah kehebatan.
periode pertengahannya dikenal penuh dengan not yang heroik.
seperti yang ada di opera fidelio.
kisahnya seorang istri selamatkan suaminya dari pembunuhan...oleh musuhnya.
karya terbaik beethoven hadir diperiode terakhirnya, periode ketulian total
terbayang, pikirannya pastilah kesunyian terbising dalam sejarah.
saat beethoven meninggal tahun 1827, lebih dari 10000 orang datang berduka
dari awal, aku berhayal saat aku meninggal...
takkan ada penguburan, karena dihidupku aku tak terlihat...
tak seorangpun datang untuk berduka bagiku
tapi menjadi tak nampak, akhirnya tak patut dilakukan
karena bila kita tak tampak, orang lain mungkin tak lihat kita...
kita tak bisa berhenti melihat orang lain
orang selalu membicarakan ketenangan sebelum badai
tapi tak ada yang membicarakan ketenangan setelah badai
setidaknya setelah badai, kita tahu bahwa itu sudah selesai
katanya kebenaran dapat melepaskan kita
itu bohong, yg ben
ar adalah kebohongan melindungi kita
kebohongan menyelamatkan kita dari kebenaran
suatu hari kita bangun dan menyadari dunia itu menyebalkan.
kitapun jadi menyebalkan karena ada didunia, lalu kita lari
kita lakukan segalanya kecuali hadapi diri kita yang sesungguhnya
kita lakukan segalanya untuk hindari pertanyaan...
kenapa kita amat membenci diri kita sendiri
(Semua tulisan diambil dalam film The Quiet)
itu keinginan sederhana, tak melibatkan siapapun
saat ada diruangan dengan orang lain aku merasa seperti setengah disana
saat aku ada diruangan dengan 2 orang lain...
aku merasa seperti 1/3 diriku yang ada disana.
saat aku ada diruangan dengan 3 orang lain...
saat aku bersama banyak orang di satu ruangan...
aku merasa seperti tak ada.
saat beethoven berusia 17 tahun ibunya meninggal
tahun 1801, saat beethoven tahu ia mulai kehilangan pendengaran...ia menjadi amat stres.
tapi ia ubah kondisi krisis itu menjadi sebuah kehebatan.
periode pertengahannya dikenal penuh dengan not yang heroik.
seperti yang ada di opera fidelio.
kisahnya seorang istri selamatkan suaminya dari pembunuhan...oleh musuhnya.
karya terbaik beethoven hadir diperiode terakhirnya, periode ketulian total
terbayang, pikirannya pastilah kesunyian terbising dalam sejarah.
saat beethoven meninggal tahun 1827, lebih dari 10000 orang datang berduka
dari awal, aku berhayal saat aku meninggal...
takkan ada penguburan, karena dihidupku aku tak terlihat...
tak seorangpun datang untuk berduka bagiku
tapi menjadi tak nampak, akhirnya tak patut dilakukan
karena bila kita tak tampak, orang lain mungkin tak lihat kita...
kita tak bisa berhenti melihat orang lain
orang selalu membicarakan ketenangan sebelum badai
tapi tak ada yang membicarakan ketenangan setelah badai
setidaknya setelah badai, kita tahu bahwa itu sudah selesai
katanya kebenaran dapat melepaskan kita
itu bohong, yg ben
ar adalah kebohongan melindungi kitakebohongan menyelamatkan kita dari kebenaran
suatu hari kita bangun dan menyadari dunia itu menyebalkan.
kitapun jadi menyebalkan karena ada didunia, lalu kita lari
kita lakukan segalanya kecuali hadapi diri kita yang sesungguhnya
kita lakukan segalanya untuk hindari pertanyaan...
kenapa kita amat membenci diri kita sendiri
(Semua tulisan diambil dalam film The Quiet)
Thursday, November 15, 2007
BILA AKU




Bila aku boleh jadi siapa saja aku ingin jadi seorang anak kecil yang manis
penuh dengan canda tawa, tak pernah tampak duka dan dibenarkan segala kenakalan didirinya
Aku tak akan mau jadi Hitler, Mussolini, Napoleon atau Gorbachev, stalin dan Kruschev bahkan Gorge Bush apalagi Soeharto weleh2x gak ada dalam angan sekalipun
Ditangannya hanya ada lumuran darah, ambisi dunia dan keserakahan tanpa belas kasih yang hanya menimbulkan dendam, kebencian dan permusuhan
Bila aku boleh jadi apa saja aku ingin menjadi sebuah pena yang membimbing sebuah ide menjadi karya, membawa pesan dan pembawa berita untuk dunia, awal kata-kata,penuntun sebuah cerita, membuat seluruh dunia penuh warna,beragam makna, penentu sebuah keputusan, penentu kepastian juga pintu sebuah wawasan dan tujuan
foto dok arsip nasional (padahal foto ma isi ngawyr biar saja hehehe)
emosi

ketika emosi meluap, seluruh jiwa lunglai dan otak membeku seketika.
dalam ketidaksadaran dan kepanikan kesalahan dapat begitu saja tercipta tanpa permisi
entah apa yang ada dalam otak saat itu...........
satu kekeliruan baru terbuat, yah mungkin besar dampaknya atau dapat menggoncang dunia sekalipun,
namun apa yang dapat dilakukan setelah kesalahan, dosa, kebodohan dan kedunguan terbuat.
Mungkin yang tersisa tinggal kebodohan, sumpah serapah walau dari sampah sekalipun.
Dalam kepanikan memang kita tak pernah menyadari apa yang kita lakukan,
walau ternyata output dari sebuah peristiwa itu begitu berdampak pada setiap sendi perilaku kita,...
JAKARTA itu.....


kata orang....jakarta itu kota impian
bagiku tidak
kata orang....jakarta itu kota harapan
bagiku tidak
kata orang...jakarta itu sumber penghidupan
bagiku tidak,
Bagiku jakarta hanyalah sebuah kota lapar yang memakan segalanya,
Bagiku jakarta hanyalah airmata, darah dan bencana
kemaraunya air tidak ada, hujannya air meluber dimana-mana
sungai ciliwungnya yang hitam, sehitam akhlak manusianya
jalannya yang macet, sepadat dosa-dosa penghuninya
Tapi harus kemana aku menghindar....
ini kotaku, tempat ku menimba segalanya
tempatku belajar, berkarya dan bernafas didalamnya
kusetubuhi dia setiap harinya, bersama dengan deru asap bus kota
walau bagiku jakarta bukan kota impian, tapi mimpiku ada didalamnya
walau bagiku jakarta bukan kota harapan, tapi harapanku ikut bersamanya
walau bagiku jakarta bukan sumber penghidupan, tapi aku makan dan tidur bersamanya
Oh Jakarta,..bangkit dan sadarlah segera
marilah bersamaku rajut mimpi kita bersama
bersihkan segala daki di tubuhmu, keringkan keringat airmatamu
melangkah menuju megapolitan raya yang nyaman buat penghuninya
Tuesday, November 6, 2007
bermain grafis




sudah lama juga gak buat-buat yang seperti ini, jadi seperti kembali ke masa-masa kuliah, walau masa-masa itu belom pernah berakhir karna memang gw gak pernah lulus kuliah (halah,...apa coba) dan ini sekedar catatan, ini dibuat dalam suasana deadline yang bertubi-tubi dan gak putus-putus, malah asik kerjain yang kayak gini hehe....
Thursday, October 18, 2007
QuoVadis????



Memang manusia gak pernah sampai rasa puasnya...
Belum kerja pengen dapet kerja, eh sudah kerja mau cari yang lebih lagi, lagi dan lagi
Memang benar yang dikatakan para ulama
Allah gak selalu berikan yang kita inginkan,.Tapi dia selalu beri yang kita butuhkan.
kadang keinginan kita macam-macam : Mobil mewah, rumah besar, istri yang cantik
Dan semua ini belum tentu terwujud semua, tapi Allah akan beri yang sangat kita butuhkan walau untuk sebagian orang ada yang sulit mendapatkannya.
Kebutuhan kita yang paling mendasar : Makan, pakaian, tempat bernaung.
Semoga saja Allah berikan Mobil mewah itu, Rumah besar itu dan istri cantik itu khusus untuk gw...mungkin karena kesabaran gw yg dah bertaun-taun terhadap agency...oooh agency
karena photoshop

untung di dunia ini ada software editing yang canggih, wajahku yang berantakanpun bisa lebih sedikit segar di buatnya..hehehe
Gak terbayangkan bila dunia ini gak ada photoshop, apa yang akan terjadi dengan peradaban dunia ini...terima kasih para kreator photoshop, Adobe dan photoshopher semua
karena anda-andalah dunia ini bisa lebih berwarna dan memberi warna pada peradaban dunia
Majalah Agri


suatu kebanggaan tersendiri bisa mendesain majalah untuk sebuah Departemen.
Walaupun jalur birokrasi yang belibet dan sangat sangat sangat (banyak sekali) ribetnya.
Namun saat majalah ini selesai dan sudah jadi dalam bentuk cetakan, rasanya keribetan itu dan keruwetan birokrasi indonesia itu terbayar.
Apalagi setelah majalah tersebut di kirim kepada Presiden, wakil presiden, para Gubernur, dan seluruh Bupati di seluruh Indonesia. Rasa bangga itu muncul sebagai anak bangsa yang buatannya dibaca oleh orang-orang penting di negeri ini...heheheh.......
walau mungkin mereka malas untuk membacanya, paling tidak hasil karyaku ada dirumahnya
Selamat membaca ya Pak....
My Best Friend

Entah kenapa selama dalam berpuasa pikiran aku selalu tertuju pada benda sialan ini..namun merupakan suatu kebahagiaan bila bisa bersama dengannya dan menemaninya disaat saat sepi, sendiri dan tubuh memerlukan suplemen pelepas suntuk. Dan saat kumandang takbir menggema selama sehari penuh selama itu pulalah nafsuku untuk menggagahinya muncul kembali. Dan kebahagiaan di hari fitri ini lengkap rasanya dengan teman lamaku yang dalam satu bulan ini terlupakan hadirnya disiang hari. Kini aku dapat menyeruput kembali kopi panasku ditemani pisang goreng buatan ibuku dan tentunya ada kamu disisiku...
thanks my friends
LEBARAN 1428

Hari yang ditunggu akhirnya datang juga.,hari fitri dimana kebahagiaan setelah melaksanakan ibadah puasa satu bulan penuh dengan segala cobaan dan rintangan yang dihadapi.
Tapi apakah aku benar-benar fitri sekarang ini???? Apakah dosa-dosa yang lalu dapat hilang begitu saja??"
Berapa banyak sudah orang yang aku sakiti?
Berapa banyak mulut ini memakan makanan yang tidak baik?
Berapa banyak kaki ini melangkah ketempat tempat maksiat?
Berapa banyak pula aku menyakiti kedua orang tuaku dan takkan pernah terbalas jasa mereka".
Dan entah berapa banyak lagi dosa-dosa yang aku buat setelah ramadhan ini?
Sunday, September 9, 2007
Sunday, September 2, 2007
design u/ ideal rolindo
Subscribe to:
Posts (Atom)



































